TATA KELOLA ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN ERA DIGITAL: Tantangan Integrasi, Adaptasi, dan Akurasi Data

 

 Penulis:  
  1. Dr. Harry Nenobais, M.Si.
  2. Yohanis Uly Kale, ST, MAP.
Genre: Buku Referensi
Ukuran: 15,5 x 23 cm
Tebal : ix + 280 hlm
No. ISBN: Sedang Proses

SINOPSIS
Di era Revolusi Industri 4.0, data kependudukan telah bertransformasi dari sekadar arsip administratif menjadi aset strategis utama bagi kedaulatan dan pembangunan negara. Buku ini hadir sebagai panduan komprehensif yang membedah pergeseran paradigma administrasi publik, dari pola kerja manual yang kaku menuju tata kelola pemerintahan digital (Digital Governance) yang lincah dan responsif. Penulis mengurai secara mendalam bagaimana integrasi teknologi informasi—seperti Big Data, komputasi awan, hingga kecerdasan buatan—menjadi tulang punggung baru dalam menciptakan ekosistem layanan publik yang cepat, akurat, dan transparan, sekaligus menempatkan data penduduk sebagai basis utama pengambilan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Melampaui pembahasan teknis semata, buku ini menyoroti tantangan krusial dalam ekosistem data nasional, mulai dari urgensi penerapan Identitas Tunggal (Single Identity Number), kompleksitas interoperabilitas sistem lintas sektoral, hingga isu vital perlindungan privasi dan keamanan siber di tengah eskalasi ancaman kejahatan digital. Pembahasan juga menyentuh aspek humanis secara tajam, menekankan pentingnya adaptasi sumber daya manusia aparatur dan manajemen perubahan budaya organisasi untuk mengatasi resistensi birokrasi. Sinergi kolaboratif model Pentahelix ditawarkan sebagai solusi kunci untuk memecahkan ego sektoral dan silo data yang selama ini menghambat terwujudnya integrasi nasional.

Ditutup dengan visi futuristik mengenai Smart Governance, teknologi Blockchain, dan prospek kedaulatan data menuju Indonesia Emas 2045, naskah ini menawarkan peta jalan strategis bagi masa depan administrasi kependudukan yang berpusat pada kebahagiaan warga negara. Buku referensi ini merupakan bacaan wajib bagi akademisi, praktisi pemerintahan, pengambil kebijakan, serta masyarakat umum yang ingin memahami bagaimana revolusi data sedang membentuk ulang wajah birokrasi modern. Sebuah karya yang menegaskan bahwa di balik kecanggihan teknologi, pemuliaan martabat manusia tetaplah tujuan akhir dari pelayanan publik.

Close Menu