Penulis: Dr. H. Ahmad Fuad Ruhiyat, S.Pd.I., M.Ud.
Genre: Buku Referensi
Ukuran: 15,5 x 23 cm
Tebal : x + 246 hlm
Jilid: Softcover
SINOPSIS
Buku "Akar Modernisasi Islam: Jejak Pemikiran Muhammad Abduh Tentang Pemberdayaan" berangkat dari sebuah kegelisahan mendalam atas kondisi umat Islam. Buku ini memotret paradoks di mana umat yang pernah menjadi mercusuar ilmu pengetahuan dan peradaban, kini justru sering diidentikkan dengan keterbelakangan, konflik, dan kemiskinan. Dalam pencarian jalan kebangkitan , buku ini menempatkan konsep "pemberdayaan" (empowerment) sebagai isu sentral. Pemberdayaan diartikan sebagai esensi dari pembebasan manusia, sebuah transformasi dari posisi sebagai objek pasif yang menerima nasib menjadi subjek aktif yang mampu merancang masa depannya sendiri.
Fokus utama buku ini adalah menelusuri akar gagasan pemberdayaan tersebut melalui jejak pemikiran Muhammad Abduh, seorang arsitek kebangkitan Islam modern. Melalui analisis terhadap mahakaryanya, Tafsir Al-Manar, Abduh dideskripsikan tidak hanya sebagai mufasir, tetapi sebagai seorang reformis yang mendiagnosis penyakit sosial yang menggerogoti umat, seperti kejumudan intelektual (stagnasi), taklid buta, dan perpecahan. Buku ini menguraikan bagaimana Abduh meletakkan fondasi pemberdayaan pada tiga pilar utama: reformasi pendidikan untuk membebaskan akal (Bab 7) , keadilan dan kemandirian ekonomi umat (Bab 8) , serta reformasi sosial-hukum, termasuk pandangan progresifnya tentang keadilan gender (Bab 9).
Karya yang dikembangkan dari disertasi ini tidak berhenti pada sosok Abduh di Mesir. Buku ini secara khusus melacak jejak dan transmisi gagasan Abduh ke Indonesia, menginspirasi lahirnya gerakan-gerakan pembaharuan di Nusantara. Bagian penting dari buku ini adalah studi intertekstual yang mendialogkan pandangan Abduh tentang pemberdayaan dengan tokoh-tokoh kenamaan Indonesia. Penulis menganalisis bagaimana semangat reformasi Abduh hadir dalam Tafsir Al-Azhar karya Hamka , dilanjutkan dan dikontekstualisasikan dalam Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab , serta diimplementasikan dalam pilar pendidikan oleh Mahmud Yunus. Dengan demikian, buku ini menegaskan relevansi pemikiran Abduh sebagai solusi untuk menjawab tantangan zaman, dari kemiskinan struktural hingga era disrupsi digital.
Sosial Media Kami