Penulis: Suhria

Tebal : viii + 75 hlm.
No. ISBN: Sedang Proses
Genre: Buku Referensi
Ukuran: 14,8 x 21 cm


SINOPSIS
One Fine Day We Refused to Lose adalah buku pengembangan diri yang mengajak pembaca memahami perjalanan batin ketika hidup terasa berat, harapan mulai goyah, dan keinginan untuk menyerah perlahan muncul. Buku ini tidak menempatkan kekalahan sebagai akhir, melainkan sebagai titik kesadaran bahwa seseorang masih memiliki kesempatan untuk memilih arah hidup yang baru.

Melalui pembahasan yang reflektif dan motivasional, buku ini menuntun pembaca mengenali titik terendah, memahami luka yang tidak terlihat, mengubah cara memandang kegagalan, serta membangun kekuatan dari dalam diri. Setiap bab disusun untuk menunjukkan bahwa ketangguhan bukan berarti selalu kuat, tetapi mampu kembali melangkah meskipun sedang takut, lelah, atau belum sepenuhnya pulih.

Buku ini juga menekankan pentingnya disiplin kecil, pengelolaan emosi, harapan yang realistis, dukungan lingkungan, dan kebiasaan baru dalam membangun hidup yang lebih tangguh. Bangkit tidak dipahami sebagai peristiwa satu kali, tetapi sebagai proses berulang yang membutuhkan kesabaran, keberanian, dan belas kasih kepada diri sendiri.

Pada akhirnya, One Fine Day We Refused to Lose mengajak pembaca menulis ulang makna kemenangan. Menang bukan harus terlihat sempurna di mata dunia, melainkan tetap memilih hidup, merawat diri, memperbaiki langkah, dan tidak menyerahkan masa depan kepada rasa kalah. Buku ini menjadi pengingat bahwa selama seseorang masih bersedia melanjutkan langkah, ia belum benar-benar kalah.