Penulis: Yunisyaaf Yunizal Arif
Buku ini membahas krisis kepemimpinan modern yang semakin nyata di tengah kompleksitas organisasi, perkembangan teknologi, dan meningkatnya tuntutan transparansi publik. Kepemimpinan tidak lagi cukup dipahami sebagai kemampuan individu dalam memberi arahan atau mencapai target kinerja, tetapi harus dilihat sebagai kekuatan sistemik yang menentukan integritas, legitimasi, dan keberlanjutan organisasi.
Melalui gagasan Systemic Conscious Leadership, buku ini menawarkan paradigma baru kepemimpinan yang menempatkan kesadaran, integritas, tata kelola, kualitas keputusan, risiko etika, perilaku kepemimpinan, pengendalian diri, tanggung jawab terhadap pemangku kepentingan, dan kapasitas adaptif sebagai dimensi utama. Model ini dirancang untuk menjawab keterbatasan pendekatan kepemimpinan konvensional yang sering kali terlalu berfokus pada figur pemimpin, tetapi kurang mampu mendeteksi risiko etika dan kegagalan tata kelola sejak dini.
Keunggulan utama buku ini terletak pada upayanya menghubungkan teori kepemimpinan dengan sistem pengukuran yang operasional melalui Leadership Integrity and Governance Index (LIGI) serta integrasinya dengan Integrated Ethical Quantification Framework (IEQF). Dengan pendekatan ini, kualitas kepemimpinan tidak hanya dibahas secara normatif, tetapi juga dapat diukur, dipantau, dan dikembangkan secara sistematis sebagai bagian dari sistem peringatan dini organisasi.
Buku ini relevan bagi akademisi, peneliti, pemimpin organisasi, praktisi tata kelola, pengambil kebijakan, serta siapa pun yang memiliki perhatian terhadap pembangunan kepemimpinan yang berintegritas dan berkelanjutan. Melalui kerangka konseptual dan operasional yang ditawarkan, buku ini mengajak pembaca memahami bahwa kepemimpinan masa depan bukan hanya soal kecerdasan dan kekuasaan, melainkan tentang kesadaran sistemik dalam menjaga kepercayaan, etika, dan keberlanjutan institusi.
Sosial Media Kami