Penulis:
- Dr. Irna Il Sanuriza, M.Si
- Prof. Dr. Dewa Ngurah Suprapta, M.Sc
- Prof. Dr. Dra. Retno Kawuri, M.Phil
- Prof. Dr. Ni Luh Suriani, M.Si
- Dr. Irfan Jayadi, M.Si
- Khaerul Ihwan, M.Si
Genre: Buku Ajar
Ukuran: 14,8 x 21 cm
Tebal : viii + 162 hlm
No. ISBN : 978-634-04-5374-4
Jilid: Softcover
SINOPSIS
Buku ajar ini membuka "kotak hitam" misterius yang ada tepat di bawah telapak kaki kita: dunia tak kasat mata para mikroba. Dengan mengambil latar spesifik lahan kering Nusa Tenggara Barat (NTB) yang penuh tantangan, buku ini memfokuskan pembahasannya pada "rizosfer"—zona interaksi super-aktif di sekitar akar Padi Gogo. Pembaca diajak untuk memahami bahwa keberhasilan tanaman pangan tangguh ini bukanlah perjuangan soliter, melainkan hasil dari kemitraan yang rumit dengan triliunan "pekerja mungil". Buku ini mengungkap siapa para penghuni rahasia itu dan mengapa mereka adalah jantung sesungguhnya dari kehidupan di tanah yang paling tandus sekalipun.
Menyelam lebih dalam, buku ini menguraikan bahwa rizosfer bukanlah ekosistem yang damai, melainkan "kota" yang penuh dinamika. Pembaca akan diperkenalkan pada peran vital para "pekerja mungil" sebagai "pasukan pelindung", "penambang nutrisi", dan "insinyur" yang membangun struktur tanah. Lebih jauh, buku ini mengungkap interaksi kompleks mereka, mulai dari "aliansi" yang saling menguntungkan, "perang" memperebutkan sumber daya, hingga "bahasa sinyal kimia" yang mereka gunakan. Dunia yang rapuh ini juga diperlihatkan harus berjuang melawan ancaman eksistensial dari lingkungan NTB yang ekstrem, seperti kekeringan yang mencekik dan panas yang membakar.
Sebagai puncaknya, buku ini mengalihkan fokus pada "kekuatan" terbesar yang membentuk dunia mikroba: manusia. Secara jujur, buku ini membedah bagaimana praktik pertanian modern seperti pembajakan dan pemupukan kimia seringkali, tanpa disadari, "merusak" keseimbangan ekosistem berharga ini. Namun, buku ajar ini tidak berhenti pada masalah. Ia menawarkan jalan ke depan, menjelajahi solusi penuh harapan seperti pertanian organik, teknologi baru, dan penggunaan "pupuk hayati". Pada akhirnya, buku ini bertujuan untuk mendefinisikan ulang peran petani, beralih dari sekadar "penanam" menjadi "Manajer Ekosistem Tanah" yang cerdas—sebuah pergeseran paradigma yang esensial untuk masa depan Padi Gogo yang tangguh dan berkelanjutan.
Sosial Media Kami